Share

Sebagai pengguna komputer baik awam maupun profesional tentunya sangat menyadari betapa berharganya data yang ada di komputer anda. Data foto, MP3, email, dokumen, atau data keuangan yang tersimpan di komputer sudah selayaknya mendapatkan perhatian ekstra karena semua itu mungkin anda dapatkan dengan susah payah.

Data bisa diibaratkan dengan uang. Seorang penasihat keuangan selalu merekomendasikan agar anda melakukan diversifikasi portofolio anda (memecahnya ke dalam unit-unit yang berbeda) sehingga jika terjadi kerugian di satu unit, anda tidak akan bangkrut! Konsep yang sama berlaku juga terhadap backup. Dengan memisah data ke tempat terpisah (dan dengan beberapa metode) akan memastikan data anda selamat meski terjadi kerusakan di satu lokasi.

Berikut ini beberapa metode yang bisa anda lakukan untuk melakukan backup data.

1. Full-System Backup
Sediakan satu harddisk berkapasitas besar untuk membackup seluruh system. Install program untuk melakukan cloning drive misal Casper 5.0 yang bisa melakukan backup terjadwal, dengan atau tanpa kompresi data. Full-system backup ke dalam sebuah harddisk adalah solusi yang paling baik mencegah kehilangan data. Jika terjadi suatu bencana, cukup dengan mengganti harddisk utama dengan harddisk backup.
Alternatif software backup lain :
CA Backup and Migration 2009

2. Backup Data Secara Online
Full-system backup memang metode yang paling aman. Meski demikian jangan lupakan untuk membackup hanya data penting seperti dokumen, bookmark, data keuangan, e-mail, daftar alamat, dan sebagainya. Sebab apa? Terkadang anda memerlukan untuk mengambil kembali hanya sebagian data penting. Selain itu, membackup sebagian data memerlukan waktu yang jauh lebih singkat dibanding backup seluruh system. Untuk metode ini, anda bisa gunakan backup online seperti iDrive atau MozyHome. Kedua layanan tersebut menawarkan storage gratis sebesar 2 GB dan terdapat pilihan upgrade ke storage tak terbatas (unlimited) dengan biaya $5 per bulan.
Mozy mengandalkan client software untuk membantu anda memilih type file umum yang akan dibackup atau data file penting dari program semacam Outlook atau Quicken.
Sedangkan iDrive memakai interface seperti Explorer. Keunggulan kedua layanan tersebut adalah mereka berjalan secara otomatis di belakang layar, mengupload file baru dan file yang berubah selama anda bekerja (atau pada waktu yang telah ditentukan).
Selain itu ada pula layanan serupa dari ADrive dengan kapasitas 50 GB gratis, tetapi tidak ada opsi untuk sinkronisasi file. Jadi tergantung anda untuk memilih file yang hendak diupload. Layanan ini cocok untuk menyimpan file yang tidak sering diubah, seperti MP3 atau foto.

(bersambung…)

Bookmark and Share

Artikel yang berhubungan:

  1. Mencegah Kehilangan Data (Part 3)
    …sambungan dari Part 2 5. Backup Bookmark Anda pemakai Firefox tentu mengenali icon tersebut (terdapat di Address Bar) yang menandakan icon bookmark dan RSS (Really...
  2. Mencegah Kehilangan Data (Part 2)
    …sambungan dari Part 1 3. PC Cadangan Memiliki dua atau lebih PC sudah menjadi hal yang umum saat ini. Kita dapat memaksimalkan fungsi dari PC...
  3. Layanan Data 3.5G CDMA Dari Mobile-8
    Booming internet di tanah air dimanfaatkan banyak operator telekomunikasi di Indonesia dengan memperluas produknya dengan layanan data. Salah satu operator adalah PT Mobile-8 Tbk yang...
  4. Membuat Script DOS Untuk Backup Data
    Backup data adalah aktivitas yang sangat penting, baik itu backup untuk data pribadi atau data perusahaan. Dengan menyediakan backup yang baik, resiko kehilangan data akibat...
  5. Software Gratis Untuk Partisi Harddisk
    Partisi harddisk bisa diilustrasikan seperti sebuah ruang kosong yang diberi sekat-sekat untuk memisahkan satu bagian dengan yang lain. Bagi pengguna Windows, untuk mengetahui apakah harddisk...