Setelah 13 tahun terhenti, Pemprov DKI berencana melanjutkan kembali pembangunan Menara Jakarta di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Rencananya, menara itu akan menjadi ikon baru Jakarta setelah Monas. Pemprov mengklaim Menara Jakarta akan menjadi menara tertinggi se-asia, yakni dengan ketinggian 558 meter. Artinya, jika menara tersebut bisa diselesaikan, ketinggiannya akan melebihi Tower Petronas Kuala Lumpur yang hanya 500 meter.
Jika Menara Jakarta sudah selesai dibangun, 2.092 BTS (Base Transceiver Station) milik 33 operator telekomunikasi di DKI diwajibkan bergabung di tempat tersebut. Setelah menara berdiri, para operator cukup memasang repeater alat penangkap sinyal dari pusat Menara Jakarta ke tempat masing-masing. Dengan begitu, operator tidak perlu lagi membangun menara tersendiri.
Jika DKI memiliki menara permanen seperti di Seoul, Shanghai, Toronto, Kuala Lumpur, dan Paris, Jakarta tidak perlu lagi ada menara transmisi yang tinggi. Seperti di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang meresahkan warga. Dalam jangka panjang, masyarakat DKI memerlukan fiber optik. Selain untuk telekomunikasi perusahaan besar, fiber optik bisa menjadi jaringan internet untuk rumah tangga.
Artikel yang berhubungan:
- Layanan Data 3.5G CDMA Dari Mobile-8
Booming internet di tanah air dimanfaatkan banyak operator telekomunikasi di Indonesia dengan memperluas produknya dengan layanan data. Salah satu operator adalah PT Mobile-8 Tbk yang... - Tips Pencarian Di Google
Anda yang terbiasa menggunakan Google untuk mencari informasi di internet dapat menggunakan tips-tips berikut ini untuk menemukan informasi yang lebih spesifik sesuai dengan yang anda... - Tips Meningkatkan Traffic Blog Anda
Pada waktu saya baca pertama kali kirain bagaimana.. ternyata system nya begini..Just try it .. Ga ada Ruginya asal sama-sama jujur Aja ga akan Merusak... - Cara Mudah Deteksi Virus Conficker
Varian virus Conficker saat ini sudah berkembang. Melakukan update antivirus secara rutin mutlak dilakukan untuk mencegah virus yang beredar di pasaran. Juga melalukan update security...

.
wah, terlambat teknologinya.
sudah ada teknologi WIMAX tuh, Jakarta dan sekitarnya cukup dibangun 5 BTS 100 meter dan meng cover area Jabotabek, bahkan bisa mungkin sampai Merak, Purwakarta/Bandung, Puncak bogor.
Ini buat akses internet kecepatan tinggi setara WIFI atau lebih dengan area 1 BTS mencapai 50 kilometer persegi/lebih.
tapi izinnya ditunda terus karena demi kepentingan politik dan ekonomi, bayangkan anda bayar 50 ribu/bulan dan dapat akses data unlimited dengan kecepatan 500 kbps murni (Data 1 GB selesai didownload dalam waktu 1 jam kurang)serta dapat bertelepon ria secara gratis lewat internet.
kalau WIMAX disetujui, banyak operator yg akan berkurang keuntungannya bahkan bisa bangkrut.
kabar tahun 2011, Fast Net sudah dapat Izin frekwensi tapi izin operasionalnya belum turun.
kapankah indonesia mau maju kalau akses internet terhambat???
[Reply]