Archive for the ‘ Intermezzo ’ Category

Di akhir minggu ini kita akan membahas tentang kesehatan. Memang sedikit OOT (Out Of Topic) dari topik biasanya. Tapi kata orang bijak, kesehatan itu harta yang paling tak ternilai, betul? Kalo kita sakit pasti juga nggak bisa baca-baca blog seperti saat ini kan :)
Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Silakan disebarkan, siapa tau bisa membantu saudara atau teman yang memang betul-betul sedang membutuhkan.

Apa sih Mori-No-Ki itu? Berikut penjelasan detailnya. Selamat menyimak…

Para peneliti dari Jepang berkeyakinan, bahwa saripati getah dari beberapa pohon tertentu apabila disaring dan diproses dengan suhu pemanasan yang sangat tinggi dapat menyerap TOKSIN dari dalam tubuh, sehingga dapat melancarkan peredaran darah serta mengurangi bengkak persendian. Mori-no-ki diciptakan dan membantu mengeluarkan toksin/racun dari dalam tubuh Anda.

Apa Yang Terjadi Bila Toksin Yang Berlebihan terkumpul dalam TUBUH ?

Jika toksin tidak disingkirkan, toksin akan berkumpul dalam tubuh yang dapat menyebabkan seseorang sering merasa letih dan lemah sehingga mudah mengidap penyakit. Oleh karena itu toksin yang terkumpul dalam tubuh HARUSLAH disingkirkan/dibuang dari waktu ke waktu untuk menjamin kesehatan dan kecerdasan kita. Read More…

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha, temannya Mario saat dulu kuliah. Read More…

Cerpen Hari Ibu

Di detik pertama saya melihat dunia, Bunda tahu bahwa saya sangat ketakutan mendapati dunia yang berbeda dari kehidupan indah sebelumnya di dalam rahim Bunda. Saya menangis sekuat-kuatnya untuk menunjukkan bahwa saya benar-benar takut dan takkan mampu hidup sendiri dalam kondisi yang sangat lemah. Tapi ketika itu pula, Bunda tahu ketakutan yang saya rasakan. Ia merapatkan tubuh ini ke tubuhnya, menyodorkan air murni kehidupan dan mengusapkan jari lembutnya di punggung kecil ini. Hangat kecupnya terasa di kening seraya berucap, “Jangan takut nak, Bunda kan selalu menemanimu sampai kapan pun”

Tangisan pertama saya, mungkin agak asing untuk telinga Bunda. Tapi Bunda cerdas luar biasa, hanya perlu waktu beberapa saat saja untuk bisa memahami seribu bahasa yang keluar dari mulut mungil saya. Ketika tiba-tiba Bunda mampu membaca bibir saya dan berkata, “Oooh, haus ya sayang… ” dan di tangisan lain Bunda menerjemahkan lain pula, “sakit ya nak, mana yang sakit? tangannya? Sini Bunda usap-usap ya…” Read More…

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes